DBMS dan Perancangan Sistem Basis Data
DBMS
dan Perancangan Basis Data
A.Pengertian DBMS Menurut Para Ahli
Agar kita lebih memahami arti DBMS / Database Management System, kita dapat melihat beberapa
pendapat para ahli tentang definisi DBMS.
Berikut ini adalah pengertian DBMS menurut para ahli:
1). Rogayah
Pengertian DBMS
/ Database Management System menurut
Rogayah adalah suatu sistem yang dapat menyusun dan mengelola berbagai
record menggunakan komputer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data
operasional lengkap sebuah organisasi/ perusahaan sehingga dapat menyediakan
informasi yang optimal yang dibutuhkan dalam proses mengambil keputusan
2). Waliyanto
Pengertian DBMS atau Sistem Basis Data menurut Waliyanto
adalah suatu gabungan dan juga perpaduan antara basis data (database) dengan
Database Management System (DBMS) atau sistem manajemen basis data (SMBD).
3). C.J. Date
Menurut Date C.J. Date, definisi DBMS adalah tempat atau
lokasi untuk sekumpulan berkas data yang sudah terkomputerisasi dengan tujuan
untuk memelihara informasi, dan juga memuat informasi tersebut, terutama
apabila informasi tersebut sedang dibutuhkan.
4). S. Attre
Pengertian DBMS menurut S. Attre adalah semua yang
berkaitan dengan software, hardware (baca: pengertian hardware), firmware dan berbagai prosedur yang mengelola
database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada
hardware (ROM).
5). Gordon C. Everest
Menurut Gordon C. Everest, pengertian DBMS adalah
manajemen yang efektif untuk mengorganisir sumber daya data. Dengan kata lain,
Sistem Basis Data adalah sistem pengorganisasian dan sistem pengolahan Database
pada komputer.
· DBMS merupakan
perantara bagi pemakai dengan basis data. Untuk merinterkasi dengan DBMS (basis data) menggunakan bahasa
basis data yang telah ditentukan oleh perusahaan DBMS. Bahasa basis data biasanya terdiri atas perintah-perintah
yang di formulasikan sehingga perintah tersebut akan diproses oleh DBMS. Perintah-perintah biasanya
ditentukan oleh user.
· DBMS adalah perangkat lunak yang
memungkinkan pemakai untuk mendefinisikan, mengelola,
dan mengontrol akses ke basis data. DBMS yang mengelola basis data relational
disebut dengan Relational DBMS (RDBMS)
Contoh perangkat lunak yang termasuk DBMS: dBase, FoxBase, Rbase, Microsoft-Access,
Borland Paradox / Borland Interbase, MS-SQL Server, Oracle, Informix, Sybase,
MySQL, dll
.
BAHASA dalam DBMS
Structure Query Language (SQL) adalah
bahasa standar basis data yang digunakan aplikasi atau pemakai untuk berinteraksi
dengan basis data melalui DBMS.
SQL dibagi menjadi dua, yaitu:
1). Data Definision Language (DDL)
SQL yang digunakan untuk mendefinisikan basis data.
2. Data Manipulation Language (DML)
SQL yang digunakan untuk mengkases dan mengelola
data pada basis data.
SQL dibagi menjadi dua, yaitu:
1). Data Definision Language (DDL)
SQL yang digunakan untuk mendefinisikan basis data.
2. Data Manipulation Language (DML)
SQL yang digunakan untuk mengkases dan mengelola
data pada basis data.
Data Definition
Language (DDL)
Dalam bahasa ini dapat membuat table baru, membuat indeks, menentukan
struktur penyimpanan tabel, dan sebagainya. Hasil kompilasi perintah DDL
disimpan dalam
file khusus yang disebut Kamus Data (Data Dictionary). Kamus Data merupakan suatu metadata (super-data) yaitu data yang mendeskripsikan data sesungguhnya.
file khusus yang disebut Kamus Data (Data Dictionary). Kamus Data merupakan suatu metadata (super-data) yaitu data yang mendeskripsikan data sesungguhnya.
Data Manipulation
Language (DML)
Bahasa yang berguna untuk melakukan manipulasi data pada suatu basis data.
Manipulasi dapat berupa:
penambahan, penghapusan, pengubahan data pada suatu basis data.
Ada dua tipe DML, yaitu:
1). Prosedural, bahasa yang mensyaratkan pemakai untuk menentukan data apa yang diinginkan serta bagaimana cara untuk mendapatkannya.
2). Non Prosedural, bahasa yang membuat pemakai dapat menentukan data apa yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara untuk mendaptkannya.
penambahan, penghapusan, pengubahan data pada suatu basis data.
Ada dua tipe DML, yaitu:
1). Prosedural, bahasa yang mensyaratkan pemakai untuk menentukan data apa yang diinginkan serta bagaimana cara untuk mendapatkannya.
2). Non Prosedural, bahasa yang membuat pemakai dapat menentukan data apa yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara untuk mendaptkannya.
Komponen DBMS
1. Query Prosesor, komponen yang mengubah bentuk query kedalam instruksi
kedalam database manager
2. Database Manager, menerima query & menguji eksternal & konceptual untuk menentukan apakah record – record tersebut dibutuhkan untuk memenuhi permintaan kemudian database manager memanggil file manager untuk menyelesaikan permintaan
3. File Manager, memanipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan disk
4. DML Precompiler, modul yang mengubah perintah DML yang ditempelkan kedalam program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi
5. DDL Compiler, merubah statement DDL menjadi kumpulan table atau file yang berisi data dictionary / meta data
6. Dictionary Manajer, mengatur akses dan memelihara data dictionary
2. Database Manager, menerima query & menguji eksternal & konceptual untuk menentukan apakah record – record tersebut dibutuhkan untuk memenuhi permintaan kemudian database manager memanggil file manager untuk menyelesaikan permintaan
3. File Manager, memanipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan disk
4. DML Precompiler, modul yang mengubah perintah DML yang ditempelkan kedalam program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi
5. DDL Compiler, merubah statement DDL menjadi kumpulan table atau file yang berisi data dictionary / meta data
6. Dictionary Manajer, mengatur akses dan memelihara data dictionary
Keuntungan DBMS
• Mengurangi pengulangan data
• Mencapai independensi data
• Mengintegrasikan data beberapa file
• Mengambil data dan informasi dengan cepat
• Meningkatkan keamanan
• Mencapai independensi data
• Mengintegrasikan data beberapa file
• Mengambil data dan informasi dengan cepat
• Meningkatkan keamanan
Kerugian DBMS
• Perangkat lunak yang mahal
• Konfigurasi perangkat keras yang besar
• Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA
• Konfigurasi perangkat keras yang besar
• Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA
Abstraksi Data
Terbagi menjadi tiga tingkatan :
1. Internal level yaitu menerangkan struktur penyimpanan basisdata secara fisik dan organisasi file yang digunakan “
2. Konseptual level yang menerangkan secara menyeluruh dari basisdata dengan menyembunyikan penyimpanan data secara fisik “
3. Ekternal level yang menerangkan View basisdata dari sekelompok pemakai
1. Internal level yaitu menerangkan struktur penyimpanan basisdata secara fisik dan organisasi file yang digunakan “
2. Konseptual level yang menerangkan secara menyeluruh dari basisdata dengan menyembunyikan penyimpanan data secara fisik “
3. Ekternal level yang menerangkan View basisdata dari sekelompok pemakai
Tujuan Perancangan
Basis Data
1. Untuk memenuhi informasi yang berisi kebutuhan–kebutuhan
user secara khusus dan aplikasinya.
2. Memudahkan pengertian struktur informasi
3. Mendukung kebutuhan–kebutuhan pemrosesan dan beberapa objek penampilan
(respone time, processing time dan strorage space)
ADA 6 FASE PROSES PERANCANGAN DATABASE:
2. Memudahkan pengertian struktur informasi
3. Mendukung kebutuhan–kebutuhan pemrosesan dan beberapa objek penampilan
(respone time, processing time dan strorage space)
ADA 6 FASE PROSES PERANCANGAN DATABASE:
1). Pengumpulan dan analisa
a. Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya
b. Peninjauan dokumentasi yang ada
c.Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data
d. Daftar pertanyaan dan wawancara
2). Perancangan database secara konseptual
a. Perancangan skema konseptual
b.Perancangan transaksi yang akan terjadi dalam database.
a. Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya
b. Peninjauan dokumentasi yang ada
c.Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data
d. Daftar pertanyaan dan wawancara
2). Perancangan database secara konseptual
a. Perancangan skema konseptual
b.Perancangan transaksi yang akan terjadi dalam database.
3). Pemilihan DBMS
a. Faktor teknis
Contoh faktor teknik :
Tipe model data ( hirarki, jaringan atau relasional ), Struktur penyimpanan dan jalur pengaksesan yang didukung sistem manajemen database, Tipe interface dan programmer, Tipe bahasa query
b. Faktor Ekonomi dan Politik organisasi Biaya penyiadaan hardware dan software, Biaya
konversi pembuatan database, Biaya personalia, dll
a. Faktor teknis
Contoh faktor teknik :
Tipe model data ( hirarki, jaringan atau relasional ), Struktur penyimpanan dan jalur pengaksesan yang didukung sistem manajemen database, Tipe interface dan programmer, Tipe bahasa query
b. Faktor Ekonomi dan Politik organisasi Biaya penyiadaan hardware dan software, Biaya
konversi pembuatan database, Biaya personalia, dll
4). Perancangan database secara logik (data model mapping)
a. Pemetaan (Transformasi data)
Transformasi yang tidak tergantung pada sistem, pada tahap ini transformasi tidak mempertimbangkan karakteristik yang spesifik atau Fase Perancangan Basis Data
Lanjutan
hal– hal khusus yang akan diaplikasikan padasistem manajemen database
b. Penyesuaian skema ke DBMS
Penyesuaian skema yang dihasilkan dari tahap pemetaan untuk dikonfirmasikan pada bentuk
implementasi yang spesifik dari suatu model data seperti yang digunakan oleh sistem manajemen database yang terpilih
a. Pemetaan (Transformasi data)
Transformasi yang tidak tergantung pada sistem, pada tahap ini transformasi tidak mempertimbangkan karakteristik yang spesifik atau Fase Perancangan Basis Data
Lanjutan
hal– hal khusus yang akan diaplikasikan padasistem manajemen database
b. Penyesuaian skema ke DBMS
Penyesuaian skema yang dihasilkan dari tahap pemetaan untuk dikonfirmasikan pada bentuk
implementasi yang spesifik dari suatu model data seperti yang digunakan oleh sistem manajemen database yang terpilih
5). Perancangan database secara fisik
a. Response Time
Waktu transaksi database selama eksekusi untuk menerima respon
b. Space Utility
Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh Fase Perancangan Basis Data
Lanjutan database file dan struktur jalur pengaksesannya
c. Transaction Throughput
Merupakan nilai rata–rata transaksi yang dapat di proses permenit oleh sistem database dan
merupakan parameter kritis dari sistem transaksi
a. Response Time
Waktu transaksi database selama eksekusi untuk menerima respon
b. Space Utility
Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh Fase Perancangan Basis Data
Lanjutan database file dan struktur jalur pengaksesannya
c. Transaction Throughput
Merupakan nilai rata–rata transaksi yang dapat di proses permenit oleh sistem database dan
merupakan parameter kritis dari sistem transaksi
Daftar Pustaka

Komentar
Posting Komentar