Normalisasi Lanjutan
1.
NORMALISASI LANJUTAN
1. 1. Pengertian
·
Normalisasi adalah suatu teknik yang
menstrukturkan data dalam cara-cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang
berhubungan dengan pengolahan data dalam basis data
·
Kriteria yang mendeskripsikan level-level pada
normalisasi adalah bentuk normal(norm form)
2. 2. Tujian Normalisasi
·
Normalisasi perlu dilakukan agar
kerelasian dalam basis data menjadi mudah dimengerti, mudah dipelihara, mudah
memprosesnya, dan mudah untuk dikembangkan sesuai kebutuhan baru.
3. 3. Penyimpanan dalam modifikasi
·
Penyimpangan dalam proses modifikasi
data disebut anomalies
·
Ada 3 bentuk penyimpanan :
a. Delete
anomalies
·
Adalah proses penghapusan suatu entity
;ogik yang mengakibatkan hilangnya infornasi tentang entity yang tidak
direlasikab secara logik
·
Contoh :
Tabel Kuliah
|
Nomhs
|
Nama
|
Kode Mtk
|
SKS
|
|
123456
|
Ali baba
|
INA 101
|
3
|
|
123457
|
Pipiyot
|
TFD 234
|
2
|
|
123467
|
Nirmala
|
INA 201
|
3
|
|
123445
|
Lala
|
INA 101
|
3
|
Apabila
“Ali baba” membatalkan mengambil matakuliah “INA 101”, maka apabila record
tersebut dihapus akan meny informasi tentang ‘Ali baba” akan ikut terhapus
b. Insert
anomalies
·
Adalah proses penyisipan entity logik
yang memerlukan penyisipan entitiy logik yang lain.
c. Update
anomalies
·
Adalah proses mengupdate pada suatu
entity yang mengakibatkan perubahan pada lebih dari stu tempat dalam suatu
relasi
·
Contoh : Perubahan SKS pada “INA 101”
tidak hanya dilakukan pada satu record saja, tetapi pada record dan relasi lain
yang memuat data tersebut
4. 4. Keharusan menghilangkan masalah-masalah
akibat ketergantungan
·
Yang harus dilakukan adalah jika struktur data dalam relasi dirancang
sedemikian rupa sehingga atribut-atribut
bukan kunci hanya tergantung pada atribut kunci dan tidak ada atribut
lain
·
Ada 3 ketergantungan :
a. Functional
Dependence (FD)
·
FD akan muncul diantara dua rinci data
dalam suatu struktur data jika nilai salah satu rinci data kedua
·
Atau rinci data pertama menentukan
(determines) rinci data kedua
·
Contoh :
Mata kuliah (Kode, Nama, SKS, Semester )
FD=Mata kuliah>(Mata kuliah, Nama,
Matakuliah, Semester)
b. Full
Functional Dependence (FFD)
·
Suatu rinci data dikatakan FFD pada
suatu kombinasi rinci data jika FD pada
kombinasi rinci data dan tidak FD pada bagian lain dari kombinasi rinci
data
·
Contoh SKS pada tabel matakuliah hanya
bergantung pada kode matakuliah, dan tidak ditentukan oleh siapa yang mengambil
matakuliah tersebut
c. Transitive
Dependence (TD)
·
Muncul jika suatu nilai pada rinci cara
pertama menentukan nilai pada rinci data
kedua yang bukan CK dan nilai pada rinci data kedua menentukan nilai pada rinci
data ketiga
·
Jai TD terjadi jika suatu nilai rinci
data mempunyai ketergantungan dengan pada dua nilai rinci data
5. 5. Efek-efek normalisasi
·
Akibat yang muncul dalam proses normalisasi
:
a. Masalah
kekangan dalam bisnis data
·
Duplikais rinci data
·
Adanya integrasi referensial yang harus
terjaga dan nilai-nilai pada AK tidak boleh null maka proses dekomposisi akan
menghasilkan suatu set yang akan inheren pada batasan integritas referensial
b. Ketidakefesienan
dalam menampilkan kembali data tersebut
6. 6. Atribut tabel
·
Atribut adalah karakteristik atau sifat
yang melekat pada sebuah tabel, atau disebut juga kolom data
·
Pengelompokan atribut :
a. Atribut
Key
·
Adalah satu atau gabungan dari beberapa
atribut yang dapat membedakan semua baris data dalam tabel secar unik (tidak
boleh ada dua atau lebih baris data dengan nilai yang sama untuk atribut
tertentu)
·
Ada 3 key :
1. Superkey
·
Merupakan satu atau kumpulan atribut
yang daoat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik
·
Contoh : superkey ditabel mahasiswa
o
(nomhs. Nama, alamat, tgllahir)
o
(nomhs, nama, tgllahir)
o
(nomhs, nama)
o
(nomhs)
2. Candidate
key
·
Merupakan kumpulan atribut minimal yang
dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik
·
Sebuah CK pasti superkey, tapi belum
tentu sebaliknya
·
Contoh : pada tabel mahasiswa
o
(nomhs)
o
(nama)
3. Primary
key
·
Dari beberapa CK dapat dipilih satu
untuk dijadikan PK, yang memiliki keunikan yang paling baik
·
Contoh : dari tabel mahasiswa, yang
layak dijadikan PK adalah nomhs
b. Atribut
deskriptif
·
Merupakan atribut yang bukan merupakan
anggota dari PK
c. Atribut
sederha
·
Adalah atribut atomik yang tidak dapat
dipilah lagi
·
Contoh : Nomhs, Nama
d. Atribut
komposit
·
Adalah atribut yang masih bisa diuraikan
lagi menjadi sub-atribut yang masing-masing memiliki makna
·
Contoh : Alamat -> Alamat, Kota,
Provinsi, Kode Pos
e. Atribut
bernilai tunggal
·
Ditujukan pada atribut-atribut yang
memiliki paling banyak satu nilai untuk setiap baris data
·
Contoh : Nomhs, Nama, Tanggal Lahir
-> hanya dapat diisi satu nilai untuk setiap nilai baris data
·
Contoh : Nomhs, Nama, Tanggal lahir -> hanya dapat berisi satu nilai untuk seorang
mahasiswa
f. Atribut
bernilai banyak
·
Ditujukan pada atribut-atribut yang
dapat diisi dengan lebih dari satu nilai, tapi jenis nya sama
·
Contoh : Pada tabel mahasiswa dapat ditambah atribut HOBBY, karena seorang mahasisa
dapat memiliki beberapa hobby
g. Atribut
harus bernilai
·
Adalah atribut yang nialainya tidak
boleh kosong, atau harus ada nilainya, Misalnya data Nomhs dan Nama mahasiswa
·
Nilai NILL digunakan untuk mnegisi
atribut yang demikian yang nilainya belum siap atau tidak ada
·
NULL (karakter ke 0) tidaksama dengan
SPASI (karakter le 32)
Daftar pustaka
Komentar
Posting Komentar