Normalisasi
NORMALISASI
Normalisasi adalah proses mendesain
struktur Database dan teknik analisis data yang mengorganisasikan atribut data
dengan cara mengelompokkan sehingga terbentuk entitas yang non-redundant,
stabil, serta fleksible sehingga menghasilkan sebuah table yang normal .
Normalisasi
•Difungsikan untuk memastikan bahwa database yang dibuat berkualitas sangat baik.
•Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF) hingga yang paling ketat (5NF)
•Biasanya hanya sampai pada tingkat 3-NF (Bentuk Normal Ketiga) , karena sudah cukup memindai untuk menghasilkan tabel-tabel yang berkualitas baik merancang DAD dengan program EasyCase disebut juga Duagram Alir Data (DAD) terdiri dari diagram context (DAD Konteks Sistem), terkadang ada yang menyebut diagram konteks sebagai diagram level 0 sampai dengan level (level 0, 1, 2, 3, dst) dapat digambarkan dengan program case tool dosertai Kamus Aliran Data yang mendeskripsikan data tang mengalir dalam aliran data.
•Difungsikan untuk memastikan bahwa database yang dibuat berkualitas sangat baik.
•Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF) hingga yang paling ketat (5NF)
•Biasanya hanya sampai pada tingkat 3-NF (Bentuk Normal Ketiga) , karena sudah cukup memindai untuk menghasilkan tabel-tabel yang berkualitas baik merancang DAD dengan program EasyCase disebut juga Duagram Alir Data (DAD) terdiri dari diagram context (DAD Konteks Sistem), terkadang ada yang menyebut diagram konteks sebagai diagram level 0 sampai dengan level (level 0, 1, 2, 3, dst) dapat digambarkan dengan program case tool dosertai Kamus Aliran Data yang mendeskripsikan data tang mengalir dalam aliran data.
Tujuan Dari
Normalisasi iyalah :
Menghilangkan kerangkapan pada data/ redudansi. Mengurangi kompleksitas
mempermudah pemodifikasi data menghilangkan anomali data.
Tahapan dalam
Normalisasi iyalah;
Bentuk tidak Normal > Bentuk ini iyalah kumpulan data yang akan direkam, tidak ada
keharusan mengikukti format tertentu, bisa saja data tidak lengkap atau
terduplikasi(rangkap)
1-NF (Bentuk normal Pertama ) > Ciri-cirinya adalah Setiap data di bentuk dalam flat file
Dan tidak ada set atribut yang
berulang-ulang membentuk sebuah tabel menjadi Un-Normalized, dengan
mencantumkan data yang ada pada semua field. Membentuk normal pertama (1 Normal
First) dengan flat table yang memisahkan data pada field-field yang tepat
bernilai atomik, dan yang melengkapi atribut/field yang ada.
Syarat normal ke satu (1-NF) antara
lain:
1.
Pada setiap
data dibentuk dalam sebuah flat file, data dibentuk dalam satu demi satu
record, nilai dari field itu berupa “atomic value”
2.
Tidak ada set atribute yang berulang(duplikat)
3.
Ditentukannya primary key untuk tabel /
relasi.
4.
Tiap atribut hanya memiliki satu
pengertian.
2-NF (Bentuk Normal Kedua) > Bentuk normal kedua ini iyalah didasarinya atas konsep full functional dependency(ketergantungan fungsional sepenuhnya) yang dapat didefinisikan.
Syarat normal kedua (2-NF) sebagai
berikut.
1.Bentuk data ini telah dapat memenuhi
kriteria bentuk normal yang pertama.
2.Atribute bukan Primary key (bukan kunci utama) haruslah memiliki ketergantungan fully functional dependency (fungsional sepenuhnya) pada primary key.
2.Atribute bukan Primary key (bukan kunci utama) haruslah memiliki ketergantungan fully functional dependency (fungsional sepenuhnya) pada primary key.
3-NF (Bentuk Normal Ketiga) > Walaupun relasi 2-NF memiliki redudansi yang lebih sedikit dari
relasi 1-NF, namun relasi tersebut masih mendapat kemungkinan mengalami kendala
bila terjadi anomaly peremajaan (update) terhadap relasi tersebut.
Syarat normal ketiga (Third Normal Form
/ 3 NF) sebagai berikut:
1. Bentuk data ini telah dapat memenuhi
kriteria bentuk normal yang kedua.
2. Atribute bukan primary key harus tidak memiliki ketergantungan pada transitif, artinya suatu atribut bukan primary key itu tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional (functional dependency) pada atribut yang bukan Primary key lain, seluruh atribut bukan primary key pada suatu relasi hanya memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key yang di relasikan saja.
2. Atribute bukan primary key harus tidak memiliki ketergantungan pada transitif, artinya suatu atribut bukan primary key itu tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional (functional dependency) pada atribut yang bukan Primary key lain, seluruh atribut bukan primary key pada suatu relasi hanya memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key yang di relasikan saja.
4-NF (Bentuk Normal ke Empat)>
Syarat 4-NF iyalah :
1. Bila dan hanya bila telah berada
dalam bentuk BCNF dan tidak ada multivalued dependency nontrivial.
2. Multivalued dependency (MVD) dipakai dalam bentuk normal keempat ( 4NF ).
3. Dependensi ini dipakai untuk menyatakan hubungan satu ke bantak (one to many).
2. Multivalued dependency (MVD) dipakai dalam bentuk normal keempat ( 4NF ).
3. Dependensi ini dipakai untuk menyatakan hubungan satu ke bantak (one to many).
5-NF ( Bentuk normal kelima) >Dependensi gabungan mendasari bentuk pada normal kelima. Suatu
relasi R ( X,W,Z)dapat memenuhi dependensi gabungan dan jika gabungan
Dari proyeksi A, B, C, dengan A, B, C merupakan sub sub himpunan
dari atribut-atribut R. Dependensi
gabungan diatas sesuai dengan notasi berikut :
1.(A,B,C)
2. dengan A = XY, B = YZ, C = ZX
2. dengan A = XY, B = YZ, C = ZX
Normalisasi
Normalisasi adalah teknik perancangan yang banyak digunakan sebagai pemandu
dalam merancang baisdata relasional. Pada dasarnya, normalisasi adalah proses
dua langkah yang meletakan data dalam bentuk tabulasi dengan menghilangkan
kelompok berulang lalu menghilangkan data yang terduplikasidari tabel
relasional(www.utexas.edu)
Konsep Dasar
Normalisasi adalah bagian rancangan basisdata. Tanpa normalisasi, sistem
basisdata menjadi tidak akurat, lambat,
tidak efesien, serta tidak memberikan data yang diharapkan (www.microsoft-accesssolutions.co.uk).
Pada waktu benormalisasi basisdata, ada empat tujuan yang harus dicapai
yaitu :
1. Mengatur data dalam kelompok-kelompok sehingga masing-masing kelompok hanya menangani bagian kecil sistem.
2. Meminimalkan jumlah data berulang dalam basisdata.
3. Membuat basisdata yang datanya
diakses dan dimanipulasi secara cepat dan efesien tanpa melupakan integritas data.
4.
Mengatur data sedemikian rupa sehingga ketika
memodifikasi data, Anda hanya mengubah
pada satu tempat
Daftar
Pustaka
http//www.infocom.cqu.edu.au/Courses/spr2000/95169/Ekstra_Examples/ERD.htm System Analysis&Design, Central
Queensland University, April 2005.
http://www.microsoft-accesssolutions.co.ik/
Microsoft Acces Database Solutions, Juni 2005.
http://www.nsu-cc.northem.edu/mis/mis484/notes/Koh,
Chang., Database System, 2005.
Komentar
Posting Komentar